MATA

Matanya diam. Dalam. Membawa sunyi yang menjalar.
Mataku diam. Karam. Lelah sudah berpendar.
Mata Kami mati. Sama-sama berpandang tanpa arti.
Pasi. Tanpa bunyi. Bahkan untuk sekadar mengusik sepi di antara kami.

[Limo, 15 Maret 2012]

Advertisements

BIAR SAJA

bila malam menghantui
namum tak seorangpun peduli
lepaskan saja

kalaulah hujan mengiringi
dan tak satupun yang kembali
biarkan saja

karena pagi lekas membiru
agar senja tak selalu kelabu

karena pelangi akan tercipta
setelah hujan tiada

[Cicakal, 7 Agustus 2011]

SURAT KEPADA BIDADARI

Oleh: Deddy Sussantho

*dimuat di dakwatuna.com

: teruntuk adinda yang masih berupa tanda tanya

Maaf Bidadariku… jika aku terlambat menjemputmu. Namun sampaikah pesan yang kutitipkan pada angin di tepi sunyi kala itu? Tentang sebongkah rindu yang tak mampu lagi kuredam dalam kalbu. Tentang segenggam peluh yang menguap atas letihku, demi menyambut lentik cantik jemarimu.

Maaf Bidadariku… jika aku tak segera mengejarmu. Itu bukan karena kutak mampu atau bahkan tak peduli pada detik yang terus memburu. Tapi karena kutahu, indahnya pertemuan bukan terletak pada percepatan waktu, apalagi dengan lamanya menunggu. Aku hanya tak mau mataku buta, sehingga tak mampu lagi membedakan mana cinta dan mana bencana.

Maaf Bidadariku… jika aku membiarkanmu berlalu. Aku hanya tak ingin mengajakmu terbang, sementara sayapmu masih dapat berkembang. Kubiarkan engkau untuk terus maju, hingga nanti kita bisa bersama mengukir sejarah baru tanpa banyak berseteru.Read More »

DAKWAH KARENA ALLAH

Kalau dakwah biar dapat ikhwan/akhwat, setelah walimah pasti dakwahnya udah.

Kalau dakwah untuk isi waktu, setelah sibuk pasti dakwahnya ambruk.

Kalau dakwah karena organisasi, setelah organisasinya kelar pasti dakwahnya bubar.

Kalau dakwah karena bisnis, setelah bangkrut pasti dakwahnya mengkerut.

Tapi kalau dakwahnya karena Allah, bagaimanapun ceritanya, dakwahnya tidak akan tiada.

[21 Maret 2011]

AKHI… APAKAH TELAH SEBANDING?

Akhi…
Kerasnya takbirmu apakah sekeras pendirianmu dalam kebenaran? Atau hanya sebagai ritual rutinan saat ta’lim, syuro, atau dauroh? Biar dibilang ghiroh-nya paling tinggi. Namun di saat yang sama, kaumasih lebih membesarkan hal lain selain Allah SWT, sehingga tak pelak hal-hal haram dan syubhat masih kerap kaujalani.

Akhi…
Bersihnya bajumu apakah sebersih hatimu? Atau hanya untuk pamer pakaian? Agar dilihat rapi dan sholeh. Namun di saat yang sama, hatimu masih bergejolak dan tertempel noktah-noktah hitam yang menutupi, sehingga kadang perangaimu masih suka membuat saudaramu tersakiti.Read More »