Sepiring Nasi dari Ibu Paruh Baya

Ilustrasi Warung Pinggir Jalan (Sumber Foto: klik.kompas.com)
Ilustrasi Warung Pinggir Jalan (Sumber Foto: klik.kompas.com)

Selepas shalat maghrib, rasa lapar membawa saya pada warung makan sederhana di pinggir jalan yang letaknya beberapa ratus meter dari masjid. Tempatnya tidak begitu bersih dan rapi, tapi karena lapar yang sangat, akhirnya saya tepikan motor untuk makan di sana.

Saya pikir warung makan ini baru buka, ternyata salah, sudah tidak banyak pilihan makanan yang tersedia.

“Sudah mau tutup ya, Bu? Saya masih boleh makan?” tanya saya pada Ibu gemuk paruh baya pemilik warung yang sedang jongkok mencuci piring.

“Iya, boleh,” jawabnya sambil tersenyum. Tangannya ia bersihkan dengan air sebelum bangkit mengambil piring dan nasi, “Pakai apa, Dek?”

“Telur, kentang, sayur, dan gorengan saja, Bu.”

Sambil menikmati makanan, saya perhatikan Ibu tadi melanjutkan aktivitas mencucinya. Namun tak lama ia selesai dan turut duduk menemani saya makan.

“Pulang kerja, Dek?” tanyanya ramah. Tangannya mengipas-ngipas, mengusir  gerah.

“Iya, Bu. Ibu sendiri tinggal di mana?”

Pembicaraan kami kemudian mengalir begitu saja. Akhirnya saya tahu bahwa usianya telah menginjak kepala enam. Anak-anaknya telah berkeluarga semua dan kini hanya ia dan suaminya yang tinggal di rumah sederhana dekat lokasi warung berada. Warung makan yang buka dari siang hingga malam ini adalah mata pencaharian mereka sehari-hari. Sehari pendapatan tak tentu. Keuntungan berkisar Rp 100.000,00.

“Soalnya di sini sudah banyak tempat makan, Dek. Tapi alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap dari orang-orang di sekitar sini,” ujarnya.

Ada kesejukkan yang saya rasakan saat ia mengucap hamdalah. Rasa syukur yang mengiringi setiap katanya membuat saya semakin tercerahkan. Saya takjub pada Ibu ini.

“Apa Ibu tidak lelah?” tanyaku penasaran. Kulihat tubuhnya yang tua sudah begitu kepayahan sepertinya. Tak terbayang bila setiap hari ia harus selalu banting tulang berdua dengan suaminya. Ah, saya jadi ingat orangtua saya di rumah. Tak tega rasanya bila orangtua yang telah renta nantinya masih harus berlelah-lelah dalam bekerja.Read More »

ANTARA CINTA DAN PENGORBANAN

pengorbanan
Cinta dan Pengorbanan

Kenapa beli gadget begitu mudah menyenangkan,tapi untuk beli hewan qurban begitu sulit dan banyak banyak perhitungan?

Kenapa buat hangout ke mall-mall rasanya kaki begitu ringan melangkah,tapi buat ke masjid untuk shalat atau ke pengajian rasanya sangat berat?

Kenapa nonton bola malam-malam bisa sangat semangat sekali,tapi buat qiyamul lail atau berlama-lama tilawah rasanya sangat malas?

Kenapa? Mungkin, karena memang begitulah tabiatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

”Surga diliputi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka diliputi oleh kenikmatan syahwat.” (HR. Tirmidzi)

Dalam kitab al-Hikam, Ibnu ‘Athoilah radhiyallahu’anhu pernah bertutur,

إذا التبس عليك أمران فانظر أثقلهما على النفس فاتبعه فإنه لا بثقل عليها إلا ما كـــان حقا

“Apabila ada 2 perkara yang samar bagimu, maka lihatlah yang paling berat menurut nafsu kemudian ikutilah. Karena sesungguhnya tak ada yang berat bagi nafsu selain perkara yang benar.”

Di fase akhir zaman seperti sekarang ini, Read More »

TUTORIAL FANPAGE UNTUK DAKWAH

BIxS9KfCUAAj1FF

Semua sarana dakwah itu baik, tapi akan lebih baik bila menggunakan sarana yang tepat guna. Hal ini tidak terkecuali saat kita memutuskan berdakwah via Facebook. Ada banyak fitur dan sarana yang bisa kita manfaatkan di sana, maka pilihlah sarana yang paling efektif. Apa ukurannya? Di mana pesan dakwah kita tersampaikan seluas-luasnya. Ibarat memancing, kita memberi satu umpan, tapi ikan yang tersangkut di kail adalah ribuan atau jutaan.

Lalu sarana apa yang paling efektif untuk dakwah ‘Facebookiyah’? Untuk mempertimbangkannya, ada baiknya kita bandingkan fasilitas-fasilitas berikut ini:

1.       Account Profile

Fasilitas ini memungkinkan kita punya teman banyak, tapi terbatas, hanya 5000 saja. Kalau sudah penuh, biasanya orang-orang bikin akun lagi dengan embel-embel “Part II”. Selain itu, Facebook membatasi jangkauan postingan kita sehingga tidak merata ke semua teman yang ada. Postingan hanya akan sampai ke teman-teman favorit yang sering kita ajak interaksi sehari-hari saja. Coba pikir, kita punya teman ribuan, tapi mengapa yang like dan comment status kita dia lagi dia lagi? Dan mengapa status yang terpampang di wall kita adalah status dia lagi dia lagi? Kemana teman kita yang lain?

 2.       Group

Ini fasilitas yang memudahkan kita untuk berkordinasi dalam struktur. Dengan setingan privasi tertutup, kita bisa menjadikannya sebagai tempat share hasil-hasil syuro struktur dan info kepada rekan-rekan lainnya. Fasilitas ini bisa menampung anggota group yang tak terbatas. Tapi sekali lagi, ada batasan jangkauan dari Facebook. Mereka yang tidak aktif buka group lambat laun tidak lagi mendapatkan notification terbaru tentang postingan di group tersebut. Selain itu, bila untuk syi’ar dakwah, group dirasa kurang efektif lantaran biasanya membuka peluang debat kusir yang tidak bermanfaat.

 3.       Fanpage

Dengan fanpage, kita dapat memiliki teman atau follower hingga jutaan. Kita pun bisa melakukan apa-apa yang bisa dilakukan dengan oleh account profile, mulai dari update status, posting foto atau video, hingga memberi tautan. Selain itu, segala postingan tersebut akan tersebar kepada follower kita yang banyak itu dengan merata. Bahkan, kita dapat melihat data statistik jangkauan dari setiap postingan, sehingga memudahkan kita menganalisa daya tarik dan kecenderungan masyarakat tentang postingan dakwah kita. Fanpage akan dimoderatori admin yang memiliki wewenang untuk mengatur komentar dan kiriman-kiriman dari para followers. Dengan begitu, peluang terjadinya debat atau postingan negatif dari para haters semakin kecil. Lebih menariknya, fanpage bisa diintegrasikan dengan blog atau website dakwah kita. Seperti pepatah, sekali dayung dua gunung lewaat! Keren, kan?

Jika Anda memutuskan berdakwah via Facebook, maka fanpage adalah sarana yang tepat. Ia serupa mading online atau blog di Facebook. Fanpage dapat dikelola ‘keroyokan’ (admin lebih dari satu), jadi sangat cocok untuk melatih amal jama’i. Para admin pun nantinya bergerak atas nama fanpage, bukan nama pribadi, sehingga dapat lebih menjaga hati dan keikhlasan dalam berdakwah.

Bagaimana membuat fanpage? Begini caranya:Read More »

MAKE A PASSION ON YOUR ACTION!

Tanpa gairah, tak ada hidup!
Tanpa gairah, tak ada hidup!

Sadar atau tidak, apapun profesinya, kita perlu gairah dalam menjalaninya. Karena tanpa gairah, hidup ini tidak akan terasa indah. Bayangkan, bangun tidur saja muka sudah lecek; Melihat jam sudah malas, “Ah, masih jam segini,” lalu akhirnya tidur lagi; Kalau tidak tidur lagi, paling mandi, itu juga kalau tidak malas; Lalu berangkat kerja; Nunggu angkutan umum mengeluh karena lama; Masuk kendaraan mengeluh karena tempat kotor; Dan keluhan-keluhan lainnya.

Sadar atau tidak, sesungguhnya semakin banyak kita mengeluh maka kita akan semakin terpuruk dan tersugesti menjadi lebih buruk. Akhirnya kita menjalani waktu kita dengan muram dan suram. Padahal untuk membuat hidup lebih bahagia, yang kita perlukan adalah mensyukuri hidup ini. Kalau kata D’Masiv, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah.” Ya! Kalau kita tahu hidup ini sudah susah, maka jangan kita buat susah! Nikmati saja hidup ini! Jadikan hidup ini nikmat! Masalahnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menikmati hidup ini yang benar. Alhasil, mereka menyalurkan rasa nikmat itu dengan cara yang salah dan menyimpang, seperti sex bebas, merokok, narkoba, hura-hura, marah-marah, dan lain sebagainya.

Apakah semua itu nikmat? Memang nikmat, tapi sesaat! Tahukah? Bahwa segala nikmat yang sesaat itu kebanyakan adalah sesat! Dan itu merupakan kekeliruan. Karena sesuatu yang mereka anggap nikmat itu tidak bertahan lama dan mengharuskan mereka untuk mencari atau melakukannya lagi dan lagi. Mereka membangun penjara hidup yang dapat menghancurkan diri mereka sendiri. Apakah kita mau nikmat itu hanya sesaat? Tentu saja tidak.Read More »

MASYA ALLAH, TERNYATA KAMU MAHASISWA KEREN! (Part. 4 “The Last”)

Sekali lagi, manusia hanyalah dapat berencana dan berusaha. Namun pada akhirnya kamu harus paham bahwa Allah-lah yang akan menentukan akhir terbaik untuknya nantinya. Mungkin kamu perlu bertanya pada dirimu tentang apa kekurangan atau kesalahan yang kamu lakukan, sehingga kamu sampai sekarang belum mencapai impianmu. Maka dari itu, ada satu hal yang perlu kamu lakukan untuk membuat rencanamu menuju tujuan dapat berjalan sukses, yakni evaluasi.

 

LAKUKAN EVALUASI

Tanpa evaluasi, sebanyak apa pun impian dan sehebat apa pun kemampuanmu dalam memanajemen waktu, maka tidak akan berjalan dengan baik. Karena evaluasi membantumu untukRead More »

MASYA ALLAH, TERNYATA KAMU MAHASISWA KEREN! (Part. 3)

Kamu mahasiwa yang punya banyak impian, itu bagus! Kalau sudah punya banyak agenda usaha untuk merealisasikannya, itu lebih bagus lagi. Tapi pertanyaannya adalah, apakah kualitas usaha yang kamu lakukan di setiap agenda sudah sebanding dengan kuantitas impianmu? Maksudnya, apakah setiap urusanmu terlaksana dengan baik?

Mungkin iya, karena semua urusan sudah diatur dengan manajemen waktu yang baik. Hanya saja, terkadang ada beberapa di antara urusanmu yang bentrok satu sama lain. Padahal, kamu pikir semua urusan itu sama-sama penting. Lalu akhirnya kamu pusing tidak tahu harus memilih yang mana harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalakn. Saking lamanya kamu berpikir, waktu terus berlalu, dan akhirnya kamu tidak melakukan apa-apa. Urusanmu pun akhirnya berantakan sama sekali.

Nah, hal-hal seperti itu tidak akan terjadi sekiranya kamu dapat menentukan skala prioritas dari semua urusanmu.Read More »

MASYA ALLAH, TERNYATA KAMU MAHASISWA KEREN! (Part. 2)

Kalau sebelumnya kamu sudah membuat target-target yang hendak dicapai selama kuliah, maka selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah merancang strategi untuk mewujudkan target-target tersebut!

Tapi perlu kamu ingat, bahwa setiap target akan membawamu pada sebuah konsekuensi perjuangan. Semakin banyak target yang hendak kamu tuju, semakin banyak pula urusan atau amanah yang akan kamu hadapi. Tapi jangan takut. Karena amanah-amanah itu akan membawamu lebih dekat dengan impianmu. Lagipula, amanah-amanah itu akan meng-upgrade dirimu hingga layak mendapatkan apa yang telah kamu impikan. Yang perlu kamu lakukan adalah enjoy terhadap amanah-amanah itu dan mengaturnya sedemikian rupa agar menjadi time schedule yang rapi, seimbang, dan proporsional.

Read More »