PADA SEJATINYA, ANTARA PENDEK DAN TINGGI

Orang yang meninggi sejatinya adalah pendek (rendah). Demi tinggi, ia suka menjinjit. Ia lupa kedudukan semula, bahwa ia sejatinya pendek. 

Orang yang merendah sejatinya adalah tinggi (mulia). Ia merunduk demi selaras dengan lainnya. Betapapun ia merendah, tetap saja ia tinggi. 

Maka mengapa kita terjebak mata dalam menilai kedudukan? Mengapa kita mengejar kedudukan hanya demi penilaian mata (manusia)?

Tak mudah menjadi tak terlihat, tapi lebih sulit lagi memperlihatkan apa-apa yang tak terlihat. Karena sejatinya tak ada. Kosong. Naif.

Jika ada kebaikan, apalah diri kita. Segala kebaikan datangnya dari Allah. Maka sejatinya bukan hak kita berbangga bila pujian itu tiba.

Pun jika ada keburukan, apalah diri kita. Kita tak pernah luput dari khilaf. Maka sejatinya bukan kewajiban kita untuk membela segala cela.

http://chirpstory.com/li/138645

[Limo, 3 September 2013]

Advertisements

KISAH MOTIVASI – SANG PENCARI MUTIARA

kultwit @deddy_ds
KISAH MOTIVASI – SANG PENCARI MUTIARA

http://chirpstory.com/li/93301

1. Mari sejenak merefleksi perjalanan hidup melalui kisah ini: SANG PENCARI MUTIARA. Kisah ini kerap beredar di dunia per-motivasi-an.

2. Alkisah, hiduplah seorang pemuda, sebut saja Sang Pencari Mutiara, karena ia suka menyelam ke dasar lautan untuk mencari mutiara.

3. Suatu ketika, ia mendapat tugas dari Bossnya untuk mengumpulkan mutiara di suatu lautan yang belum pernah ia selami. Ia pun patuh.

4. Setiba di lautan, Bossnya membekalinya dgn berbagai fasilitas, seperti wet suit, googles, fins, belt, oxygen tube, dan lainnya.

5. Sebelum menyelam, Bossnya mengingatkan sekali lagi, bahwa tugasnya adalah mengumpulkan mutiara sebanyak-banyaknya. Hanya itu.

6. Sejurus kemudian Sang Penyelam terjun dan menyusuri dalamnya lautan. Namun sesampainya d dasar lautan, ia terdiam sambil berdecak takjub.

7. “Alangkah indahnya lautan ini!” ujarnya dalam hati. Ia terpesona dgn lukisan alam yg tersaji indah mengelilinginya. Sungguh luar biasa!

8. Sudah sering ia menyelam dan mendapati lautan yg indah, tapi ini berbeda. Lautan ini jauh lebih indah dr yg sudah-sudah. Lebih cantik!

9. Ia pun menikmati perpaduan warna-warni terumbu karang, bermain-main dengan formasi ikan-ikan kecil sambil bermain kejar-kejaran.

10. Sesaat ia terbius. Lupa pada tujuan semula. Hingga akhirnya waktu berlalu dan menyadarkannya, bahwa persediaan oksigen semakin menipis.

11. “Celaka, aku belum mengumpulkan mutiara satu butir pun! Persediaan oksigenku pun semakin menipis.” katanya cemas.

12. Namun ia cukup berpengalaman. Dengan sisa waktu sampai oksigen habis, ia segera pergi mencari mutiara-mutiara.

13. Tak lama kemudian, ia berhasil mengumpulkan mutiara2 itu. Meski tak banyak, tp tak bs pula dikatakan sedikit. Lalu ia bergerak ke atas.

14. Namun belum sampai ke permukaan, ia tersenggol seekor ikan hiu yg besar. Akibatnya mutiara2 yg sedari tadi ia kumpulkan jatuh semua.

15. Ingin ia kembali ke dasar laut, tapi tak mungkin. Persediaan oksigen yg ada sudah tidak memungkinkannya melakukan hal itu. Ia pun naik.

16. Sampailah ia ke permukaan dengan tangan hampa. Mengetahui hal itu, si Boss marah besar. Ia kecewa sekali dengan Sang Pencari Mutiara.

17. “Boss, maafkan aku. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk kembali k dasar laut mengumpulkan mutiara lebih banyak,” rajuk Sang Penyelam.

18. “Tidak ada kesempatan kedua! Kau sudah kuberikan fasilitas begitu banyak, tapi tetap saja lalai! Kau dipecat!” kata Bossnya tegas.

19. Ya, sederhana memang kisah ini, bahkan sesederhana hidup yg kita jalani. Tapi dengannya semoga kita mampu mengambil hikmah.

20. Bila kita Sang Penyelam itu. Bila lautan laksana khidupan. Bila semua fasilitas diving ibarat nikmat2 yg kita dapat dr Allah selama ini.

21. Bila persediaan oksigen umpama usia atau jatah waktu hidup kita. Bila mutiara adalah amal dan pahala yg seharusnya kita kumpulkan.

22. Maka betapa sering kita terlena oleh gemerlap indahnya dunia: harta, wanita, tahta, dan sebagainya. Dan kita pun terbutakan karenanya.

23. Tak sedikit d antara kita yg akhirnya lupa pada tujuan semula hidup kita, yakni untuk mengumpulkan pahala dlm bingkai ibadah kepada-Nya.

24. Tetapi kita pun suka teringat bahwa ada bekal yg harus kita siapkan. Kemudian dgn sisa usia yg kita miliki, kita beramal, meski sedikit.

25. Namun dgn yg sedikit itu, tak ayal kita sering terbentur sifat riya’, yg melenyapkan pahala yg kita kumpulkan, seperti kayu dmakan api.

26. Hingga akhirnya, saat waktu hidup benar-benar habis, kita kembali kpd Boss kita, yakni Allah Swt, dgn pahala yg kosong. Astagfirullah…

27. Subhanallah… Semoga dgn ini kita semakin waspada, memerhatikan sisa waktu yg kita punya. Sebab kita tahu, tak ada kesempatan kedua.

[Limo, 2 Juli 2013]

kata mutiara kata bijak

TIGA YANG PERLU KITA PERSIAPKAN JELANG RAMADHAN

Kultwit @deddy_ds
TIGA YANG PERLU KITA PERSIAPKAN JELANG RAMADHAN

1. Saya ingin menyampaikan sedikit isi khutbah yang saya dapat dari shalat Jum’at kemarin. Temanya tentang Marhaban ya #Ramadhan.

2. Lumrahnya, ketika kita tahu sebentar lagi rumah kita akan kedatangan tamu istimewa dan agung, kita biasanya melakukan tiga hal. #Ramadhan

3. Pertama,membersihkan rumah. Kedua,menghias rumah agar tampak indah. Ketiga,mencari tahu informasi apa kesukaan tamu agung itu. #Ramadhan

4. Mengapa hrs membersihkan rumah? Agar saat tamu agung itu datang, ia merasa nyaman. Kalau sdh nyaman, kondusif, rasanya nikmat. #Ramadhan

5. Mengapa hrs menghias rumah? Agar rumah tampak bersih & indah. Sbg penghormatan, sekaligus kesiapan tuan rumah menyambut tamu. #Ramadhan

6. Mengapa hrs cari informasi kesukaan tamu? Agar tamu terasa betah & kerasan, sehingga kita harap ia akan datang lg d lain waktu. #Ramadhan

7. Mengapa hrs cari informasi kesukaan tamu? Agar tamu merasa senang dan mau memberikan cinderamata kepada tuan rumah. #Ramadhan

8. Maka sdh sepatutnya kita menyiapkan diri menyambut #Ramadhan. Karena ialah tamu agung itu. Rasul suka bertahniyah, “Marhaban y Ramadhan.”

9. Marhaban y #Ramadhan, Slmt Dtg Bln Ramadhan. Marhaban y Syahru shiyam, Slmt Dtg Bln Puasa. Marhaban y Syahru Qiyam. Slmt Dtg Bln Qiyam.

10. Maka mari sambut tamu agung itu, bulan #Ramadhan, dengan melakukan tiga hal: 1) Bersihkan diri. 2) menghias diri. 3) mencari informasi.

11. Pertama, mari bersihkan diri. Hilangkan dosa kpd Allah dgn bertaubat & istighfar. Hilangkan dosa kpd manusia dgn meminta maaf. #Ramadhan

12. Hadirkan perasaan khouf (takut), apabila kita tdk bs bertemu #Ramadhan nanti. Munculkan roja’ (harap), semoga Allah sampaikan usia kita.

13. Tak ada yg menjamin kita bs bertemu #Ramadhan, meski ia tinggal beberapa hari atau jam lagi. Jgn tunda taubat. Kita butuh ampunan Allah.

14. Sesali, apabila #Ramadhan tahun lalu kita belum maksimal, shg sekarang ini kita kembali ke tabiat awal. Lemah. Penuh dosa. Selalu lupa.

15. Untuk membersihkan diri, Ibnul Qayyim memberi sebuah tuntunan praktis. Lihat di chirpstory ini –> chirpstory.com/li/90599 #Ramadhan

16. Hal kedua yg perlu kita lakukan jelang #Ramadhan adalah menghias diri. Hiasi diri dgn amal shalih. Perbanyak kebaikan. Tebar manfaat.

17. Rasulullah Saw memperketat ibadah menjelang #Ramadhan. Mulai menghiasi hari-hari dgn puasa sunnah, hampir sebulan penuh d bln Sya’ban.

18. Hiasi diri dgn segala aktivitas taqorub ilallah. Shalat, puasa, tilawah, sedekah, dan lainnya. Agar saat #Ramadhan hadir, kita sdh siap.

19. Hiasi dr sekarang, agar puasa tak sekadar lapar & haus. Imam al-Ghazali memberikan petuahnya. Lihat di sini –> chirpstory.com/li/91752

20. Hiasi #Ramadhan dr sekarang, agar kita terbiasa beramal shalih. Apa saja yg perlu disiapkan? Lihat d sini –>: chirpstory.com/li/92757

21. Ketiga, cari informasi tentang #Ramadhan. Jangan memasukinya dengan kepala kosong, tanpa ilmu. Baca lagi buku2. Dengar lagi ceramah2.

22. Dengan adanya ilmu, kita beramal lebih giat, lebih semangat. Pelajari apa keutamaan #Ramadhan, amal apa saja yg bs kita optimalkan, dsb.

23. Jangan sampai saat #Ramadhan tiba tapi kita msh ‘gapil’ (gagap ilmu). Mau pinter soal Ramadhan? Intip d sini –> chirpstory.com/li/92756

24. Itulah persiapan yg normalnya kita lakukan saat menyambut tamu agung. Jika kita tidak melakukannya, artinya kita tidak normal! #Ramadhan

25. Meminjam istilah Ust. Dr. DH al-Yusni, #Ramadhan itu adalah siklus ekspansi. Sebelum itu, harus ada siklus edukasi. Jangan dicampur.

26. Jika siklus edukasi dicampur siklus ekspansi, jadinya seperti handphone yg dipakai sambil dichas. Tak efektif. Tak cerdas. #Ramadhan

27. Mari bersiap, Chas penuh iman, ilmu, dan amal kita. Agar saat di perjalanan dalam menyusuri #Ramadhan, kondisi kita sudah ‘siap pakai’.

28. Mari bersiap, sblm terlambat. Jgn tunda, sblm tiada. Karena pahitnya penyesalan selalu saja tampil di akhir(at). Allahu a’lam. #Ramadhan

http://chirpstory.com/li/92867

[Limo, 29 Juni 2013]

ramadhan

 

MENDIAGNOSA AKTIVIS DAKWAH “BERPENYAKIT”

396271169_dsc_0257 - version 2Kultwit @deddy_ds

“Mendiagnosa Aktivis Dakwah ‘Berpenyakit'”

1. Penyakit hati yg menjangkiti #aktivisdakwah trnyata memiliki karakteristik yg persis dengan penyakit fisik/tubuh. Mari kita bandingkan.

2. Tubuh bila sakit jd sulit bergerak. Berdiri susah, berjalan apalagi. #Aktivisdakwah yg ‘sakit’ jg gitu. Ia sulit bergerak, berat, malas.

3. Tubuh jk sakit makan jd tak enak, rasanya pahit, tak doyan makan. #Aktivisdakwah yg ‘sakit’ jg gitu. Dakwah terasa tak nikmat, tak smgt.

4. Tubuh jk sakit ada aja keluhannya, yg ini ngilu, yg itu nyeri. #Aktivisdakwah yg ‘sakit’ jg gitu, ada aja ngeluhnya, semua terasa salah.

5. Tubuh jk sakit bs menular ke orang lain. #Aktivisdakwah yg ‘sakit’ jg gitu, jd contoh yg buruk, ditiru, nyebar, jadilah futur berjama’ah.

6. Kenapa dampak penyakitnya mirip dengan penyakit tubuh? Karena sebab2 munculnya penyakit hati #aktivisdakwah jg mirip sama penyakit tubuh.

7. Tubuh bisa sakit bila kurang gizi. Semakin tinggi aktivitas seseorang, kebutuhan tubuh terhadap nutrisi jg semakin besar. #aktivisdakwah

8. #Aktivisdakwah juga begitu. Semakin banyak amanah, makin tinggi posisi, porsi pemenuhan gizi ruhiyah jg harus semakin besar.

9. Kalau nutrisi tubuh dipenuhi dgn makanan yg halal dan bergizi, maka nutisi ruhiyah #aktivisdakwah tercukupi dgn ibadah wajib dan sunnah.

10. Maka wajar jk ada #aktivisdakwah yg malas salat sunnah, jarang tilawah, enggan sedekah, & sepi amalan2 muaqadah, akan mudah ‘sakit’.

11. Tubuh bisa sakit kalau jarang olahraga. Akibatnya, saat dpt beban, tubuh jd kaku, napas suka tersengal, otot mudah kram. #Aktivisdakwah

12. #Aktivisdakwah juga begitu. Kalau malas beramal, jarang berkorban, ketika amanah besar hadir, ia mudah kaget & shock. Mendadak ‘keram’.

13. Daya tahan tubuh berkembang dgn pembiasaan2 dlm latihan. Daya tahan #aktivisdakwah semakin tangguh melalui rangkaian ujian2 dlm amanah.

14. Maka wajar jk ada #aktivisdakwah yg selalu menghindari beban amanah, tak terasah, & akan mudah ‘drop’ saat masalah2 hidup menghampirinya.

15. Tubuh bisa sakit bila jalani pola hidup tak sehat, hidup sembarangan. Makan, tidur, berhubungan, semuanya sembarangan. #Aktivisdakwah

16. #Aktivisdakwah juga begitu. Bila suka sembarangan, suka masuk ke ranah syubhat & syahwat, jadilah ia masuk ke dalam pola hidup maksiat.

17. Akibat pola hidup tak sehat, tubuh bisa sakit karena virus & kuman. Akibat pola maksiat, #aktivisdakwah bisa ‘sakit’ karena dosa & dosa.

18. Maka wajar jk ada #aktivisdakwah yg suka ghibah, fitnah, namimah, riya’, ghurur, taswif, dengki, berlomba thd dunia, akan mudah ‘sakit’.

19. Kini, setelah mendiagnosanya, adakah kita termasuk #aktivisdakwah ‘berpenyakit’? Bila iya, segera obati. Bila belum, cegah sedari dini.

20. Laiknya tubuh yang tak mungkin 100% sehat tanpa penyakit, #aktivisdakwah pun bukan berarti 100% terbebas dari dosa dan kesalahan.

21. Laiknya tubuh yang membutuhkan obat agar kembali sehat, #aktivisdakwah pun memerlukan taubat untuk kembali pulih dan kuat.

22. Laiknya tubuh yang jadikan suplemen untuk penguat imunitas, #aktivisdakwah pun memiliki kesabaran sebagai penguat daya tahan.

23. Sebab jika tubuh sehat, ada tenaga yg bisa membuatnya bekerja. Jika #aktivisdakwah ‘sehat’, ada cinta yg mampu jadikannya berdaya guna.

24. Semoga, ‘kesehatan’ #aktivisdakwah ini mampu menebarkan keharmonian, bergerak melalui amal-amal nyata, menjaga ikhlas cinta kepada-Nya.

25. Semoga, ‘kesehatan’ #aktivisdakwah tetap terjaga, senantiasa terlantun dalam untaian doa… pic.twitter.com/3KfjfPdkp9

*) sumber: http://chirpstory.com/li/92509

[Limo, 28 Juni 2013]