SMS-SMS TAUSYIAH *22

Setiap malam kami merasa sedih dan kehilangan. Karena orang yang selalu membimbing dan mengingatkan kami akan semua hal amal kebajikan, kini tidak hadir bersama kami. Hati kami pun merasa hampa. Apakah ini yang disebut dengan manisnya iman. Ya Allah, jika jawaban ini benar, maka janganlah sekali-kali pisahkan kami. Karena kami takut jika harus kembali ke tempat orang-orang yang engkau murkai. Jadikanlah kasih sayang kami karenamu sebagai saksi di akhirat nanti. Amin.

Berhati-hatilah jika enghkau menjadi musuh syaithan di keramaian, tapi berkawan akrab dengannya dalam sepi dan kesendirian. Tiap kesalahan yang kau anggap kecil akan menjadi hambatan terbesarmu beroleh ampunan. Tiap kebaikan diri yang kau agung-agungkan, makin tak berarti ia di sisi-Nya. Semangat kakak-kakak! Perjalanan KKN kita masih panjang. Tiada guna meratapi hidup, bukan jadi solusi malah menjadi-jadi. Hehe.

Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Bila dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur dan itu adalah kebaikan baginya. Namun bila dia tertimpa penderitaan, dia sabar dan itu juga kebaikan baginya. [HR. Muslim]

Kam fina walaisa minna, wakam minna walaisa fina. (berapa banyak orang ada di tengah kita, tapi bukan kelompok kita dan berak banyak orang yang tercatat bagian dari kita tapi tak di tengah kita). Boleh jadi orang yang ada di luar barisan dakwah justru lebih mulia dibanding orang yang mengaku sebagai juru dakwah. Ah malunya diri ini jika disebut da’i.

Rabb… pinta kami jika dakwah adalah pilihan, maka biar hati kami memilihnya. Jika dakwah adalah kewajiban, maka kuatkan kami menjalaninya. Jika dakwah adalah kecintaan, maka ikhlaskan kami merasakannya. Jika dakwah adalah nada dalam hidup, maka izinkan kami memainkan iramanya. Jika dakwah adalah kesulitan, maka kuatkan kami untuk bisa bertahan. Jika kemenangan dakwah atha’at, maka ilhamkanlah semuanya pada jiwa ini. Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil quluub qodijtama’at ‘alaa mahabbatik…

Di setiap fase selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah akrena mengusung kebenaran, niscaya Allah akan menguatkan mereka, tetapi jika mereka lelah karena tergoda dunia maka akan banyak pekerja lain yang bersedia menggantikannya. Dakwah tak pernah kehabisan pekerja. Ikut atau tidaknya kita, kereta dakwah terus melaku menuju surga. Semua tergantung kita. Sekarang tinggal menunggu waktu, kita mampu bertahan atau kita akan tergantikan.

Hati yang resah, jiwa yang rapuh, langkah yang lemah, biarlah semua menjadi warna perjalanan ini. Menapakinya bukan tanpa kekuatan, bukan tanpa keberanian, bukan tanpa keyakinan. Walau persediaan itu semua telah terbatas dan menipis dan terkikis. Sahabat, kelak jika sahabatmu ini tak ada , maafkanlah dan doakanlah. J mohon maaf atas segala khilaf.

Melihat ke atas memperoleh semangat untuk maju. Melihat ke bawah beryukur atas semua yang ada. Melihat ke samping semangat kebersamaan. Melihat ke belakang sebagai pengalaman berharga. Melihat ke dalam untuk intropeksi dan melihat ke depan untuk menjadi lebih baik.

Ya Allah… jika sekarang saudaraku ini tersenyum, semoga menjadi ibadah. Jika ia marah semoga tak melampaui batas. Jika ia sedih, semoga kesedihannya bisa mengidupkan hati dan jiwa. Jika ia lelah, semoga menjadi penggugur dosa. Semoga apa yang ia lakukan hari ini jauh lebih baik dari waktu yang lalu. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertainya.

Rasanya seringkali kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan. Yang terasa berat untuk kita adalah melakukan apa yang telah kita ketahui tersebut. [Eko Novianto – Sudahkan Kita Tarbiyah?]

Sebenarnya setiap manusia adalah SELEBRITIS. Karena setiap hari kita dishooting oleh malaikat RAQIB & ATID mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bayangkan!! Dokumen film itu akan diputar ulang di bioskop AKHIRAT nanti TANPA SENSOR sedikitpun. Hanya mereka yang berakting sesuai tuntutan skenario AL-QUR’AN dan HADITS-lah yang akan mendapatkan PIALA SURGA AWARD. Ingin mendapatkan piala? Ayo perbaiki akting kita lewat IMAN dan TAKWA .

Jika manusia dididik, ia akan meningkat dari keadaan semula menuju tingkat yang lebih tinggi, hingga ia akan berbeda dengan orang-orang yang tidak terdidik. [Hasan al-Banna]

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang yang tidak pernah mencoba melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua. [Hamka]

Ada yang mengeluh, merasa jenuh, inginnya gugur dan jatuh, ia berkata “LELAH. Ada yang lelah, tubuhnya penat, tapi semangatnya kuat, ia berkata “LILLAH”. Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah, bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan, keputusasaan, terlebih surut langkah ke belakang. Ini adalah awal pertempuran, awal pembuktian, siapa di antara kita yang beriman. Wahai diri, sambutlah seruan-Nya. Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan, BUKAN menghindar dari perperangan.

Ya Rabb… jangan Kau berikan kepada kami apa yang tidak mampu kami hadapi. Sungguh, Enagkau Maha Kuasa atas segala sesuatu yang kami hadapi. Bantulah kami. Jauhkanlah kami dari orang-orang yang menjauhkan kami dari-Mu. Dekatkanlah kami dengan hamba-Mu yang mengajak kami tuk dekat dengan-Mu. Aamiin.

Rabb.. jadikan pada saudaraku ini dunia di tangannya, sehingga mudah dilepas saat merusak amal. Jadikan pada saudaraku ini akhirat di hatinya, sehingga selalu menghiasi amalan-amalannya dan letakkanlah kebaikan pada kedua tangannya, ketegasan pada kedua kakinya, kejujuran pada lidahnya, kelembutan pada hatinya, dan jadikan ia sebagai hamba-Mu yang soleh yang menjadi pembela jalan-Mu yang mulia ini.

Dari Abi Hurairah berkata: telah bersabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturahim.” [HR. Bukhori]. Menuju 10 malam terakhir di bulan Ramadhan , semoga dengan pesan singkat ini, reuni di Surga kelak kian ramai. ^_^. Selamat berjuang menjadi PEMENANG di Ramadhan.

Seperti ini ternyata rasa manisnya “ukhuwah”. Apabila bertemu tidak ada rasa jemu hingga membuat perasaan tidak ingin berpisah. Apabila jauh selalu membuat hati merindu. Apabila tidak ada kabar selalu membuat hati berdebar karena khawatir dan cemas. Apabila lama tidak bertemu rindu selalu menyapa. Semoga kita adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang merasakan manisnya ukhuwah. Titip wajahku dalam setiap doa Robitohmu ya. Bersama membangun ukhuwah.

Menurut penelitian, seorang anak balita baru bisa berjalan dengan cukup baik setelah ia jatuh sebanyak 240 kali. ‘Bawah sadar’ anak yang masih fitrah sangat memahami bahwa jatuh itu PENTING dan sebab jatuhlah ia bisa BANGKIT. Tak pernah jatuh, tidak pernah bangkit. Ya, hari ini ketika kita berusaha dan belum berhasil, tapi tidak mau bangkit lagi, berarti hari ini kita sudah kalah oleh seorang bayi yang gigih. Kenapa? Sebab bayi tersebut masih bersama fitrahnya, sedangkan kita sudah meninggalkan jauh fitrah kita.

Kekalahan bukanlah tempat untuk saling menyalahkan atas kekurangan. tapi ia adalah tempat perbaikan atas perjuangan.

Notes: Postingan ini adalah kumpulan dari SMS-SMS yang sudi mampir di layar kaca handphone Deddy Sussantho. Satu-dua di antaranya adalah buatan sendiri. Diposting di “The Kertas Buram” bukan dengan alasan kurang kerjaan, melainkan sayang apabila dibuang. Nama pengirim SMS sengaja tidak dicantumkan, agar tidak mengurangi syi’ar dakwahnya. Semoga bermanfaat.Notes: Postingan ini adalah kumpulan dari SMS-SMS yang sudi mampir di layar kaca handphone Deddy Sussantho. Satu-dua di antaranya adalah buatan sendiri. Diposting di “The Kertas Buram” bukan dengan alasan kurang kerjaan, melainkan sayang apabila dibuang. Nama pengirim SMS sengaja tidak dicantumkan, agar tidak mengurangi syi’ar dakwahnya. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s