SURGA ITU TIDAK MURAH!

Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang dibenci dan neraka itu dikelilingi dengan berbagai hal yang menyenangkan (syahwat)
[HR. Muslim]

Pada umumnya, tak ada kebaikan yang diawali dengan kenikmatan. Sholat tahajud misalnya, mulanya kita bangun dengan penuh kepayahan, bukan? Bahkan saat mata belum sepenuhnya tersadar, kita sudah harus bersinggungan dengan dinginnya air dan berjuang sekuat tenaga untuk tegak berdiri, seraya bermunajat pada Allah SWT di kala yang lain tetap terlelap.

Contoh lain yang lebih akrab adalah puasa. Tak ada puasa yang dilakukan secara enak-enakan, bukan? Yang ada malah kita harus kuat menahan lapar-haus, serta menjaga diri dari hal-hal kebiasaan, seperti bercinta, marah-marah, gosip, dan lain sebagainya. Namun sadarkah bahwa kepayahan-kepayahan itu adalah harga yang harus kita bayar guna meraih kenikmatan atas kebaikan yang kita kerjakan? Begini, mengapa air minum yang diminum saat puasa lebih nikmat rasanya dibandingkan ketika tidak berpuasa? Hal itu karena adanya perjuangan.

Analoginya mungkin seperti ini. Saat kita ingin melihat indahnya pesona matahari terbit (sunrise) di antara hijau hutan, tentu di pagi buta kita sudah harus mendaki tinggi gunung yang kerap dihampari bebatuan dan lumpur. Peluh, lusuh, hingga keluh terus menghiasi perjalanan kala mendaki. Bahkan, sampai di titik nadir, kita sempat berpikir ‘tidak apa-apa tidak melihat sunrise’ dan langkah pun ingin kembali pulang. Namun saat kita tetap maju dan berusaha menikmati perjalanan, segala letih pun sirna, seolah terbayar lunas dengan indahnya lukisan alam yang tersaji di puncak gunung tertinggi.

Maka tak berlebihan apabila ada seloroh: Tak ada yang gratis di dunia ini! Karenanya, sekiranya Surga dan Neraka pun ada harga yang perlu kita bayar di dunia ini.

Jika mau Surga, modal utamanya adalah ketakwaan. Untuk itu kita harus bersungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya. Tidak lantas berpikir selalu enak-enakan dalam zona aman dan nyaman. Juga kita perlu bersabar dan bersyukur terhadap segala kejadian. Tak ada keluh atas peluh dan lusuh terhadap yang dikerjakan, karena kita tahu, di akhir nanti, ada sebuah kenikmatan hakiki tak akan pernah habis terbagi. Semangat tak surut henti. Gelora hidup dan prinsipnya: Hidup mulia atau mati syahid! Sungguh perjuangan yang tak dapat dibayar dengan murah, bukan dengan materi, melainkan dengan keikhlasan dalam berjuang.

Sebaliknya, saat Neraka yang menjadi pilihan (saya yakin tidak ada yang memilih), modal utamanya yakni kemaksiatan. Kita dituntut untuk berhati busuk, berakhlak buruk, serta lalai dari nikmat yang kita rasakan. Kala dapat kesusahan, kita akan mengeluh dan berputus asa. Kerap jalan pintas menjadi solusi utama. Tak ada semangat untuk memperbaiki diri, selain hal-hal yang dapat menunjang hawa nafsu tentunya. Di benak kita pun mengalir prinsip: Kecil dimanja, remaja hura-hura, dewasa kaya raya, tua sejahtera, mati masuk surga. (Mimpi!) Sungguh juga tidak murah memilih Neraka, karena kita akan mengeluarkan banyak uang untuk beli ganja, minuman keras, menato tubuh, hura-hura, dan lain sebagainya. Kalau sudah begini, sebetulnya mana yang lebih mahal, Surga atau Neraka?

Lepas dari itu, satu hal yang perlu kita ingat. Saat kita mulai merasa lelah beribadah, saat kepayahan kita temukan di tengah pengorbanan, saat keraguan hadir lantaran usaha dakwah hampir di titik nadir, saat merasa tersakiti lantaran ditinggal berjuang sendiri, bersemangatlah! Karena yang kita lakukan semua itu tidaklah gratis. Yakinlah, semua perjuangan itu akan dibayar lunas dengan kenikmatan yang besar kala kita mencapai puncak perjuangan kelak.

Sebagaimana firman-Nya,

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. [QS. At-Taubah (9): 111]

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. [QS Ali-Imron (3): 139]

Allahua’lam.

[Limo, 22 Februari 2011]

Advertisements

2 thoughts on “SURGA ITU TIDAK MURAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s