MENCARI PASANGAN YANG TEPAT ATAU YANG HEBAT?

Yang dewasa… cerdas… rajin… kaya… akhlaknya bagus… mandiri… dan bla… bla… bla…

Yah, begitulah kalau sudah ngomongin kriteria pasangan impian. Ingin yang hebat! Bahkan, terkadang akal mungkin terlalu berlebihan dalam membayangkan calon pasangan. Sampai-sampai karena terlalu spesifiknya, syarat calon pasangan udah kayak syarat untuk ngelamar pekerjaan. Hehe.

Sebenernya gak ada salahnya kalau ingin pasangan dengan ciri yang disebutkan. Toh ini kan demi kehidupan ke depan. Satu pilihan untuk satu kehidupan! Tapi, masalahnya ada dua ketika kriteria yang seabrek itu dilontarkan. Pertama, sulit banget cari orang yang perfect kayak gitu. Kedua, kalau pun ada, belum tentu dia mau menerima! ^_^

Sering kali kita berpikir tentang apa yang kita inginkan, tapi sudahkah kita berpikir tentang apa yang kita butuhkan? Pun dalam mencari pasangan hidup. Jangan sampai pasangan yang kita inginkan ternyata bukanlah yang kita butuhkan. Untuk itu, sebelum menikah, hendaknya kita memahami segala sisi kepribadian kita sendiri. Menemukan konsep diri dan mengerti potensi-potensi diri, tidak memandang diri melebihi maupun kurang dari kapasitas diri.

Pemahaman diri yang baik akan membuat kita menerima diri ini dengan baik pula. Dengan begitu, kita pun dapat mengetahui sesungguhnya pasangan seperti apa yang kita butuhkan. Tidak semua orang yang cerdas membutuhkan orang cerdas, tidak semua orang gagah membutuhkan orang yang kuat. Justru ada orang yang dewasa membutuhkan orang yang kekanak-kanakan. Ada orang yang perkasa membutuhkan orang yang lemah lembut. Dan semua hal ini akan diketahui manakala kita memiliki konsep diri yang jelas.

’Umar bin Khattab, seorang sahabat yang gagah dan kuat, dalam sebuah riwayat ketika berada bersama isterinya, ia menjadi seperti bayi. Dan dalam sebuah penelitian, rata-rata orang besar dalam sejarah memiliki pasangan yang sederhana dan bersahaja. Apa yang kita ketahui tentang Benazir Buttho, Zainab al-Ghozali, Yusuf Qordhowi, dan lain sebagainya? Tapi bagaimana dengan pasangan hidup mereka? Mereka hidup sederhana dan bersahaja. Bahkan, di antara isteri Rosulullah SAW, hanya ’Aisyah yang menonjol dalam intelektual, sisanya hidup dengan sederhana dan bersahaja.

Janganlah mencari pasangan yang hebat, tapi carilah pasangan yang tepat. Yaitu pasangan yang dibalut sesuai dengan kapasitas diri kita dan sesuai dengan bingkai kepribadian kita. Karena yang hebat belum tentu tepat. Namun sekali lagi, syarat yang paling penting bagi setiap muslim dalam mencari pasangan adalah dengan memperhatikan aspek agamanya.

Allahu a’lam

[Limo, 18 Juni 2010, adaptasi tausyiah Anis Matta ”Periapan Pernikahan”]

Advertisements

4 thoughts on “MENCARI PASANGAN YANG TEPAT ATAU YANG HEBAT?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s