Sajak Masa Lalu

Wahai bidadari yang mencuri hati…

Saat kau mulai lelah dan terjatuh
Pastikan ku menjadi sayap putihmu
Tuk membawa dirimu
Ke tempat yang kau tuju

Wahai bidadari yang mencuri hati…

Dan jikalau gelap malam hantui dirimu
Maka izinkan aku tuk menjadi cahaya bintangmu
Yang kan terangi jalanmu
Di saat kau membutuhkan aku

wahai bidadari yang mencuri hati…

Kunanti kau dengan tanya
Hingga indah pada waktunya

[Limo, 27-4-08]


Wahai cinta…
Kutelusuri semu waktuku
Membunuh raguku padamu

Wahai cinta…
Bila hatiku adalah berjuta warna pelangi
Maka kilaumulah yang bersinar mandiri

Wahai cinta…
Jika banyak bunga merekah di hatiku
Maka mawarmulah yang terindah tuk kunikmati

Wahai cinta…
kunanti kau dengan tanya
hingga indah pada waktunya

[Limo, lupa tanggal berapa..]

Angin malam membius ragaku
Temani khayalku tentang dirimu
Berbisik indah
Melantunkan kesunyian terindah

Menelisik ke dalam kalbuku
Yang ungu
Dan temukan namamu di situ
Yang tampak samar bagiku

Hadirmu adalah mimpi
Mimpiku adalah dirimu
Kunanti dirimu dengan tanya
Hingga indah pada waktunya

[Cinere, lupa tanggalnya]

Sebuah melati dalam mimpi
Tak seperti mawar dalam hati
Merajut harum menelisik waktu
Yang makin tergoda akan nafsu

Kini sebuah kata tlah terucap
Bimbangkan harapan
Tentang sebuah perasaan hati
Yang setiap waktu kian meninggi

Di mana kau kini berdiri
Ku di sini terdiam tak mengerti
Akankah kau selalu dalam mimpi
Wahai melati mimpi

[Limo, lupa tanggal berapa]

Advertisements

2 thoughts on “Sajak Masa Lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s